SinarPost.com, Jakarta – Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan mengingatkan Presiden RI Prabowo Subianto mengenai pentingnya menjaga geopolitik dalam dan negeri.
Hal ini disampaikannya seusai acara buka bersama dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).
“Karena Indonesia pada posisi strategis karena sumber daya alam (SDA) maupun sumber daya manusia (SDM). Seperti kita ketahui bahwa geopolitik adalah studi tentang hubungan antara banyak hal,” kata Buya Amirsyah Tambunan sebagaimana dilansir laman MUI
Buya Amirsyah menjelaskan di antara studi mengenai geopolitik adalah kondisi geografis posisi dan sumber daya alam wilayah Indonesia. Kemudian mengenai kebijakan politik dan strategi kekuasaan suatu negara dalam kancah internasional.
“Melibatkan penggunaan letak geografis nasional untuk mencapai tujuan nasional, yang di Indonesia agar diwujudkan melalui wawasan nusantara untuk menjaga kesatuan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” sambungnya, Jumat (6/3/2026).
Oleh sebab itu, lanjutnya, sebagai bangsa besar, baik SDA maupun SDM, Indonesia memiliki posisi strategis untuk melakukan bargaining position yakni posisi tawar dalam konteks kekuatan atau kelemahan relatif suatu pihak dalam negosiasi yang menentukan kemampuan mereka mempengaruhi hasil kesepakatan.
Menurut Buya Amirsyah, posisi ini didasarkan pada dua faktor. Pertama, alternatif yang tersedia karena pengetahuan pasar dan nilai yang dibawa ke perundingan.
Kedua, posisi tawar kuat lebih mudah mendapatkan hasil menguntungkan lebih besar. Buya Amirsyah menegaskan, hal itu yang membuat Indonesia mampu bersaing di dunia internasional dalam mengatasi konflik yang terjadi antara Israel-Amerika Serikat terhadap Iran.
“Dengan kekuatan masing-masing negara mempunyai daya tawar untuk mewujudkan kedaulatan dan perdamaian yang abadi,” kata Buya Amirsyah.





