SinarPost.com, Banda Aceh – Pemerintah Aceh berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota terus memacu pemulihan Aceh pasca bencana hidrometeorologi yang mengalami rusak parah di berbagai bidang, mulai dari jalan, jembatan, rumah, hingga lahan pertanian.
Seperti diketahui, bencana hidrometeorologi yang menyebabkan banjir besar dan longsor melanda Sumatera pada 26 November 2025 lalu. Aceh merupakan provinsi paling terdampak dari bencana tersebut dengan korban jiwa mencapai 550 orang menurut data BNPB, dan warga terdampak lebih dari 23 ribu kepala keluarga.
Saat ini, penyelesaian perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan serta pembangunan rumah hunian tetap (huntap) yang sangat ditunggu oleh penyintas bencana hidrometeorologi di Aceh terus dipacu. Salah satu yang paling dikebut adalah pembangunan jembatan baru di Kuta Blang, yang merupakan jalur utama Banda Aceh – Medan.
Kementerian PUPR saat ini terus memacu pembangunan jembatan Kuta Blang, dan kini telah menunjukkan perkembangan signifikan. Melansir dari Serambinews.com, hingga Kamis (16/4/2026), progres pekerjaan jembatan tersebut telah mencapai 33,81 persen.
Abutment serta tiang tengah jembatan sisi barat sudah dilakukan pengecoran, sementara sisi timur mulai memasuki tahap pengecoran.
Asisten BMN Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Satker Wilayah 1, Fachruddin menjelaskan, pekerjaan pembangunan jembatan sempat terbentur karena tiang pancang yang dikirim dari Jakarta masih dalam perjalanan dan baru sampai di Pekanbaru, Riau.
Ia memperkirakan, material tersebut akan tiba di Aceh dalam dua hari, sehingga pekerjaan pilar P1 dan P2 bisa segera dilanjutkan. Setelah pemasangan tiang pilar selesai, proses pembangunan akan berlanjut dengan pengecoran beton dan tahapan lainnya.
“Selama ini, pekerjaan dilakukan siang dan malam untuk mengejar target, kecuali saat kondisi cuaca tidak memungkinkan,” ungkap Fachruddin, seraya menyebut jembatan permanen yang dibangun ini memiliki panjang sekitar 150 meter dan berada di sisi hilir jembatan lama.
Sementara itu, Wakil Gubernur(Wagub) Aceh, Fadhlullah SE, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan Kuta Blang di Kabupaten Bireuen ditargetkan selesai pada Bulan Agustus 2026 mendatang.
Hal ini disampaikan Fadhlullah dalam sesi wawancara pada kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dilaksanakan Diskominsa Aceh bekerjasama dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Aceh, dan Lembaga UKW Universitas Muhammadiyah Jakarta, di Ayani Hotel, Banda Aceh, Kamis (16/4/2026).
Pada kesempatan tersebut, Wagub mengatakan saat proses pembangunan jembatan Kuta Blang terus dikebut, mengingat pentingnya jembatan yang merupakan akses utama penghubung Medan – Banda Aceh dan menjadi urat nadir mobilitas perekonomian Aceh.
“Informasi yang kami Terima jembatan ini akan rampung pada bulan Agustus. Insya Allah Agustus sudah bisa dilalui oleh masyarakat,” ujar Wagub Aceh.
“Saat ini proses pembangunan jembatan yang terputus akibat banjir terus dikebut. Bukan hanya jembatan Kuta Blang, tapi juga yang lainnya. Ada dua jembatan yang paling urgent di Bireuen yang terputus, satu lagi jembatan yang mengubungakna Kabupaten Bireuen dengan Bener Meriah. Kita doakan semoga tidak ada kendala di lapangan,” pungkas Wagub Aceh.
(Muzakir)





