Wagub Aceh: Pembangunan Jembatan Kutablang Akan Rampung Agustus 2026

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, saat menghadiri sesi konferensi pers UKW AMSI Aceh di Ayani Hotel, Banda Aceh, Kamis (16/4/2026).

SinarPost.com, Banda Aceh – Wakil Gubernur(Wagub) Aceh, Fadhlullah SE, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan Kuta Blang di Kabupaten Bireuen ditargetkan selesai pada Bulan Agustus 2026 mendatang.

Hal ini disampaikan Fadhlullah dalam sesi wawancara pada kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dilaksanakan Diskominsa Aceh bekerjasama dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Aceh, dan Lembaga UKW Universitas Muhammadiyah Jakarta, di Ayani Hotel, Banda Aceh, Kamis (16/4/2026).

Pada kesempatan tersebut, Wagub mengatakan saat proses pembangunan jembatan Kutai Blang terus dikebut, mengingat pentingnya jembatan yang merupakan akses utama penghubung Medan – Banda Aceh.

Jembatan ini, jelas Wagub Aceh, dikerjakan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR. “Informasi yang kami Terima jembatan ini akan rampung pada bulan Agustus. Insya Allah Agustus sudah bisa dilalui oleh masyarakat,” ujar Wagub Aceh

“Saat ini proses pembangunan jembatan yang terputus akibat banjir terus dikebut. Bukan hanya jembatan Kutai Blang, tapi juga yang lainnya. Ada dua jembatan yang paling urgent di bIreuen yang terputus, satu lagi jembatan yang mengubungakna BIreuen dengan Bener Meriah. Kita diakan semog atidak ada kendala di lapangan,” ungkapnya.

“Penjelasan dari Kementerian PU, Paling cepat Juli dan paling lambat Bulan Agustus akan bisa dilalui,” demikian pungkas Wagub Aceh.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Aceh juga menyampaikan tentang penanganan pasca bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada 26 November 2025, dimana bencana ini mendatangkan banjir besar yang menghancurkan sejumlah kabupaten/kota di Aceh.

Wagub Aceh menyebut, daerah paling terdampak dari bencana ini adalah Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Tengah, Bireuen, dan Pidie Jaya.

Dia mengatakan, Pemerintah baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah telah bekerja maksimal dalam penanganan pasca banjir. Dia menyebut sekitar 23 ribu warga paling terdampak sudah tertangani. Rumah hunian sementara (huntara) sudah selesai dibangun seratus persen, sementara rumah hunian tetap (huntap) terus dikebut penyelesaiannya.

“Alhamdulillah penangan 23 ribu rumah terdampak, semuanya sudah di huntara, dan sebagian besarnya sudah masuk huntap. Semua ini terus berproses,” kata Wagub Aceh.

Dalam penanganan bencana dan pasca bencana, Wagub menyebut peran media juga sangat besar. Oleh karena itu Pemerintah Aceh sangat berterimakasih dan apresiasi kepada ainsan pers. Dia berharap akan terus menjalin komunikasi dengan awak media.

Terkait lahan pertanian sawah yang rusak akibat aliran lumpur dibawa banjir, Wakil Gubernur berharap kedepan juga cepat bisa normal, sehingga ekonomi masyarakat akan cepat pulih dan stabil.

(Mk)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *