India dan China Desak Warganya Segera Tinggalkan Iran, Sinyal Bakal Perang Lagi?

Set of Iran flags in Front of Tehran Skyline and one large flag in the background at sunset with orange warm tone.

SinarPost.com – India dan China telah meminta warganya untuk segera meninggalkan Iran. Seruan ini disampaikan di tengah ketidakpastian negosiasi antara Teheran dan Amerika Serikat (AS) yang dimediasi oleh Pakistan dan beberapa negara teluk.

Kedutaan Besar India di Teheran menyarankan warga negaranya untuk “tidak bepergian ke Iran, baik melalui udara maupun darat,” dengan alasan adanya pembatasan wilayah udara dan ketidakpastian operasional akibat ketegangan regional.

Read More

Selain itu, pihaknya juga mendesak warga negara India yang saat ini berada di Iran untuk meninggalkan negara tersebut melalui jalur perbatasan darat yang telah ditentukan, berkoordinasi dengan kedutaan besar.

Kedutaan Besar China di Teheran juga memperingatkan warganya untuk menghindari perjalanan ke Iran, menggambarkan situasi keamanan sebagai “kompleks dan tidak stabil,” dan menyarankan mereka yang berada di negara itu untuk memperketat tindakan pencegahan dan pergi “sesegera mungkin.”

Kedua peringatan tersebut dikeluarkan ketika AS terus melakukan blokade angkatan laut terhadap Iran, yang pada saat bersamaan Iran melanjutkan blokade Selat Hormuz yang sempat dibuka kembali usai gencatan senjata.

Pemberitahuan serupa dikeluarkan oleh misi asing pada akhir Februari menjelang agresi militer AS-Israel terhadap Iran, yang menimbulkan kekhawatiran tentang potensi terulangnya skenario serupa dalam waktu dekat.

Presiden AS Donald Trump sendiri telah memutuskan untuk memperpanjang gencatan senjata, namun terus mengancam akan melanjutkan serangan besar jika Teheran tidak mencapai kesepakatan.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengeluarkan pernyataan bahwa pemimpin negara Zionis itu sedang menunggu lampu hijau dari AS untuk melanjutkan kampanye perang melawan Iran.

Katz mengancam akan membombardir Republik Islam Iran hingga kembali ke “Zaman Batu”, hal yang pernah dilontarkan Trump sebelum memilih gencatan senjata dengan Teheran.

Pesan tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Israel setelah Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Teheran tanpa batas waktu pada hari Selasa klau untuk memberi waktu bagi potensi kesepakatan.

“Israel siap untuk memperbarui perang melawan Iran,” kata Katz pada Kamis (23/4/2026).

“Kami menunggu lampu hijau dari Amerika Serikat… untuk menyelesaikan penghapusan dinasti Khamenei… dan untuk mengembalikan Iran ke Zaman Kegelapan dan Zaman Batu” dengan menghancurkan fasilitas energi utama dan infrastruktur ekonominya, “katanya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *