SinarPost.com | Amerika Serikat (AS) dan Republik Islam Iran resmi mengumukan kesepakatan damai untuk mengakhir perang terbuka yang telah berlangsung selama lebih dari tiga bulan.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan langsung kesepakatan damai dengan Iran, setelah hampir dua bulan perundingan sejak menyepakati gencatan senjata pertengahan April. Selama gencatan senjata, kedua belah pihak beberapa terlibat perang skala terbatas.
Dalam pengumuman tersebut, Trump juga mengatakan dibukanya kembali blokade Selat Hormuz dan pelabuhan Iran. Seperti diketahui, Iran memblokade Selat Hormuz sementara Angkatan Laut AS memblokade kapal-kapal yang terkait dengan Iran.
“Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, secara bersamaan, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!” tulis Trump di Truth Social, yang dikutip pada Senin (15/6/2026).
Presiden AS tersebut menyampaikan bahwa kesepakatan dengan Iran akan ditandatangani pada Jumat ini. Teheran kemudian mengkonfirmasi pengumuman tersebut, dengan mengatakan bahwa berakhirnya perang yang dimulai setelah serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang menjadi mediator dalam negosiasi tersebut, mengatakan bahwa kedua belah pihak “telah menyatakan penghentian permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon.”
Sharif menambahkan bahwa perjanjian damai antara AS dan Iran tersebut akan ditandatangani secara resmi pada hari Jumat di Swiss.





