SinarPost.com, Meureudue – Kementerian Agama (Kemenag) RI mulai melaksanakan proses pembangunan baru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Pidie Jaya, Aceh, yang sebelumnya hilang diterjang banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.
“Tahapan pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya ini sudah berlangsung sekitar sebulan lalu,” kata Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, dalam keterangan resmi, Sabtu (13/6/2026).
Sebelumnya, MIN 05 Pidie Jaya di Desa Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, hilang diterjang banjir bandang pada Rabu (26/11/2025) lalu, hanya tersisa pondasi pagar depan sepanjang lima meter.
Madrasah tersebut awalnya berada sekitar daerah aliran sungai (DAS) Meureudu. Kini, sekolah dasar itu telah berubah seutuhnya menjadi sungai, dan tidak ada lagi tanah tersisa untuk pembangunan kembali.
Azhari mengatakan, pembangunan baru MIN 05 Pidie Jaya tersebut berada di lahan seluas 6.200 meter.
Jarak relokasi ini, terpaut sekitar 300 meter dari lokasi MIN lama, atau di area persawahan sekitar.
Lokasi pembangunan baru MIN ini, merupakan tanah hibah dari sejumlah masyarakat Aceh, dan salah diantaranya adalah Nur Azizah yakni istri mantan Kepala Kanwil Kemenag Aceh 2014-2020.
Ia menyampaikan, tahapan pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya tersebut sejauh ini masih dalam proses penimbunan, progresnya hampir 70 persen.
“Pembangunan MIN ini sekarang baru tahap penimbunan tanah, sekitar 70 persen yang sudah tertimbun,” ujarnya.
Azhari menuturkan, penimbunan tanah tersebut dapat dilakukan berkat bantuan swadaya masyarakat, kemudian pemerintah Aceh (Dinas Perkim), Satgas PRR Sumatera dan Kanwil Kemenag Aceh.
Ia menambahkan, pembangunan hingga penyediaan seluruh peralatan (meubelair) baru MIN 5 Pidie Jaya tersebut direncanakan tahun ini dengan bantuan anggaran sebesar Rp12 miliar dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag RI.
Tak hanya itu, pembangunan madrasah ini juga mendapat bantuan dari Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, di mana mereka menyiapkan master plan gedung baru sekolah tingkat dasar tersebut.
“Alhamdulillah MIN 05 Pidie Jaya segera dibangun, terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, terutama masyarakat yang telah ikhlas menghibahkan tanahnya,” kata Azhari.
Dalam kesempatan ini, Sesdirjen Pendis Kemenag, Arskal Salim memberikan apresiasi kepada masyarakat Aceh, khususnya di Seunong karena sangat antusias menghibahkan tanah mereka demi pendidikan agama dan KUA.
“Kita sangat mengapresiasi, karena dari tiga provinsi terdampak, hanya masyarakat Aceh yang menghibahkan tanah untuk relokasi madrasah dan KUA,” kata Arskal Salim.





