SinarPost.com – Perang antara Iran dan Israel kembali pecah di tengah upaya perdamaian yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat (AS) dan Teheran untuk mengakhiri perang besar yang dimulai pada 28 Februari lalu.
Israel meluncurkan skala serangan baru dengan laporan ledakan terdengar di kota-kota besar Iran seperti Ibu Kota Teheran, Tabriz, dan Isfahan. Kantor berita IRNA melaporkan bahwa setidaknya dua ledakan dahsyat terdengar di Teheran dan setidaknya tiga ledakan terdengar di kota Isfahan.
Pemboman ini terjadi setelah Iran meluncurkan serangkaian rudal ke Israel utara, sebagai respon atas pelanggaran gencatan senjata terus menerus yang dilakukan negara Zionis itu terhadap Lebanon.
Iran meluncurkan 10 rudal balistik ke Israel utara, dan telah memperingatkan Israel akan ada gelombang serangan rudal lainnya jika Tel Aviv tidak menghentikan serangan ke Lebanon.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan berhasil menghalau rudal yang datang, meskipun mereka memperingatkan bahwa sistem pertahanannya “tidak sepenuhnya kedap.” Sirene berbunyi di berbagai wilayah, dengan laporan ledakan di bagian utara Israel. Belum ada korban jiwa atau kerusakan besar yang segera dikonfirmasi.
Esklasi terbaru ini dengan cepat direspon Gedung Putih. Presiden AS Donald Trump mendesak Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk menahan diri selama percakapan telepon. Trump mengatakan kepada The Financial Times bahwa dialah yang memegang kendali penuh.
Sumber : Al-Jazeera





