Buket Lamreh, Spot Wisata Aceh Besar dengan Panorama Laut Biru yang Memukau

Panorama Bukit Lamreh Aceh Besar, spot wisata yang terus diburu wisatawan.

SinarPost.com, Jantho – Di ujung pesisir Aceh Besar, tepatnya di Desa Lamreh Kecamatan Mesjid Raya terdapat sebuah destinasi wisata alam yang sangat indah. Tempat tersebut bernama Bukit Lamreh, sebuah spot wisata yang terus menjadi incaran wisatawan lokal dan luar daerah.

Bukit Lamreh terkenal karena panorama alamnya yang sangat memukau. Perpaduan antara alam perbukitan yang hijau dengan panorama lautan lepas membuat tempat ini begitu diincar oleh para wisatawan. Keindahan alam yang masih asri menjadikan Buket Lamreh sebagai salah satu spot wisata yang wajib dikunjungi saat berada di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Objek wisata ini sangat mudah dijangkau karena jalannya sangat mulus dan lebar. Lokasinya pun tidak terlalu jauh, hanya berjarak sekitar 40 km dari pusat Kota Banda Aceh dengan durasi perjalan lebih kurang satu jam. Selama perjalanan, anda dapat menikmati pemandangan laut dan perbukitan, sehingga perjalanan terasa tidak melelahkan.

Hanya ada sedikit jalan berbatu dan menanjak khas perbukitan, namun semua ini akan terbayar lunas saat anda sampai di lokasi tujuan. Sesampainya di lokasi, pengunjung langsung disambut pemandangan spektakuler berupa tebing-tebing hijau yang menghadap langsung ke Samudera Hindia.

Dari ketinggian, warna laut tampak bergradasi mulai dari biru muda di tepian hingga biru pekat di area yang lebih dalam. Pemandangan ini menghadirkan kesan dramatis sekaligus menenangkan, menjadikan Buket Lamreh surga kecil bagi para pecinta fotografi dan pemburu lanskap alam.

Daya tarik utama Bukit Lamreh terletak pada lanskapnya yang dramatis. Dari atas bukit, pengunjung bisa melihat garis pantai yang berkelok indah dengan latar belakang laut lepas. Saat cuaca cerah, warna air laut terlihat begitu jernih dan memanjakan mata. Tidak heran jika tempat ini sering dijadikan lokasi berburu foto, terutama bagi pecinta fotografi dan konten kreator.

Selain itu, suasana di Bukit Lamreh masih tergolong alami dan jauh dari keramaian. Hal ini membuatnya cocok bagi siapa saja yang ingin melepas penat dari rutinitas. Angin sepoi-sepoi yang berhembus dari laut menambah kenyamanan selama berada di lokasi.

Untuk menuju area wisata ini, pengunjung hanya perlu membayar Rp10.000 per orang untuk tiket masuk dan Rp5.000 per kendaraan untuk parkir. Dengan biaya ini, pengunjung dapat menikmati keindahan alam dan segarnya udara yang bebas dari polusi.

Popularitas yang Terus Meningkat

Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas Buket Lamreh terus meningkat, terutama berkat media sosial. Banyak wisatawan membagikan potret panorama dari puncak bukit yang memperlihatkan garis pantai berkelok indah dengan latar laut luas yang biru. Tidak sedikit pula yang menyebut Buket Lamreh sebagai salah satu lokasi terbaik untuk menikmati matahari terbit maupun matahari terbenam di Aceh.

Keunggulan Buket Lamreh bukan hanya pada pemandangannya, tetapi juga pada atmosfernya yang masih alami. Suara angin yang berhembus di antara rerumputan, deburan ombak dari kejauhan, serta minimnya hiruk-pikuk perkotaan menciptakan pengalaman wisata yang menenangkan. Banyak pengunjung datang untuk sekadar duduk santai, menikmati kopi, atau menghabiskan waktu bersama keluarga dan sahabat sambil menikmati panorama alam yang memukau.

Bagi wisatawan yang menyukai aktivitas luar ruang, Buket Lamreh juga menawarkan pengalaman trekking ringan untuk sampai ke bibir pantai. Beberapa titik pantai di kawasan ini dapat dicapai dengan berjalan kaki. Aktivitas ini memberi kesempatan bagi pengunjung untuk mengeksplorasi lebih banyak sudut panorama yang tidak kalah menawan.

Wisata Bukit Lamreh Ditutup Sementara

Destinasi wisata Buket Lamreh sejatinya terus berkembang dari waktu ke waktu. Masyarakat setempat perlahan tapi pasti hadir menyediakan fasilitas sederhana seperti area parkir, tempat istirahat, hingga warung kecil yang menjual makanan dan minuman.

Hidupunya tempat wisata tersebut secara otomatis mendongkrak perekonomian warga setempat. Nmaun di sisi lain wisatawan juga kerap menyuarakan keresahan karena aksi pungutan liar berlebihan yang dilakukan oleh sejumlah oknum.

Klimaksnya, pada 18 Juni 2026, tempat wisata ini benar-benar tercoreng akibat ulah beberapa oknum yang melakukan pungutan liar tersebut. Setelah adanya laporan dari wisatawan, pihak penegak hukum dari Polda Aceh turun tangan menindak beberapa oknum yang melakukan aksi premanisme berupa pemalakan alias pengutan liar (pungli).

Setelah itu, tersiar kabar jika tempat wisata tersebut ditutup sementara. Hal ini terlihat di pintu masuk yang diikat spanduk bertuliskan “tutup sementara”. Warganet merespon kejadian dengan berbagai komentar, ada yang mangaku tempat wisata tersebut memang kerap terjadi pungli, hingga sangat menyayang jika tempat wisata tersebut ditutup karena memang memiliki keindahan alam yang memukau.

Ketua Ikatan Duta Wisata Aceh Besar, Wandi Hasballah, S.Pd, mengajak semua pihak untuk menyikapi secara bijak persoalan pungutan liar di kawasan tersebut yang sempat viral di media sosial. Menurutnya persoalan tersebut tidak perlu dijadikan ajang saling menyalahkan, melainkan momentum evaluasi bersama dalam memperbaiki tata kelola pariwisata agar lebih profesional, transparan, dan berkelanjutan.

“Kami melihat persoalan yang terjadi di Bukit Lamreh sebagai momentum penting untuk melakukan evaluasi dan perbaikan. Kritik dari masyarakat maupun wisatawan merupakan bentuk kepedulian terhadap kemajuan pariwisata Aceh Besar,” ujar Wandi, Sabtu (20/6/2026).

Wandi menyampaikan bahwa Bukit Lamreh merupakan pesona alam Aceh Besar yang sangat memukau, wisata Lamreh menawarkan pemandangan laut dan tebing yang begitu indah, yang merupakan potensi pariwisata yang perlu dijaga bersama.

“Kami duta wisata Aceh Besar terus berkomitmen mempromosikan untuk kemajuan pariwisata Aceh Besar. Kami mengajak semua pihak untuk mendukung perbaikan tata kelola pariwisata khususnya bukit Lamreh. Menutup tempat wisata bukanlah solusi tapi tapi menindak oknum dan memperbaiki tata kelola adalah sebuah langkah yang harus kita dukung bersama,” pungkasnya. (Adv)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *