Presiden Prabowo Minta Kampus Jadi Mitra Strategis Pemda dalam Pembangunan

Presiden RI, Prabowo Subianto.

SinarPost.com – Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di seluruh Indonesia mengambil peran lebih aktif dalam membantu pemerintah daerah menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan, mulai dari pengelolaan sampah, penataan lingkungan, hingga pengembangan kawasan perkotaan yang berkelanjutan.

Arahan tersebut disampaikan Presiden saat menerima Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Dalam pertemuan itu, Presiden menekankan pentingnya sinergi antara kampus dan pemerintah daerah agar ilmu pengetahuan, riset, dan keahlian akademik dapat langsung menjawab kebutuhan masyarakat di daerah.

“Presiden meminta kami di Kemendiktisaintek melihat sejauh mana kemajuan program studi dan dosen-dosen yang bisa membantu pemerintah daerah,” ujar Brian usai pertemuan.

Menurutnya, Presiden menilai perguruan tinggi memiliki sumber daya besar yang selama ini belum sepenuhnya dioptimalkan untuk mendukung penyelesaian persoalan riil di daerah.

Bidang-bidang seperti teknik lingkungan, arsitektur, teknik mesin, hingga teknologi pengolahan sampah disebut menjadi sektor strategis yang dapat dikolaborasikan dengan pemerintah daerah.

“Bagaimana pemda-pemda itu bisa dibantu, di-backup oleh kampus-kampus, peneliti, guru besar yang bidangnya terkait, seperti arsitektur untuk keindahan taman-taman, kemudian teknik lingkungan, teknik mesin untuk sampah, dan sebagainya,” kata Brian.

Pemerintah menilai keterlibatan kampus dapat mempercepat penyelesaian berbagai persoalan klasik daerah yang selama ini terkendala keterbatasan sumber daya teknis dan perencanaan berbasis riset.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi akan mengonsolidasikan perguruan tinggi di berbagai wilayah untuk membentuk tim ahli yang dapat menjadi mitra strategis kepala daerah.

Tim tersebut nantinya diharapkan berfungsi layaknya pendamping profesional bagi pemerintah provinsi, kota, maupun kabupaten dalam merancang solusi pembangunan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

“Diharapkan setiap daerah, provinsi maupun kota dan kabupaten, kampus memiliki tim yang nantinya menjadi seperti asisten untuk kepala daerahnya membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan itu,” jelas Brian.

Langkah tersebut sejalan dengan program “Kemdiktisaintek Berdampak” yang mendorong aktivitas pendidikan tinggi tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga menghasilkan dampak langsung bagi masyarakat.

Presiden juga meminta program kolaborasi kampus dan pemerintah daerah disusun lebih terstruktur agar seluruh perguruan tinggi dapat berkontribusi secara optimal sesuai kompetensi masing-masing. “Presiden meminta lebih terstruktur lagi supaya seluruh kampus bisa berperan,” ujar Brian.

Pemerintah optimistis sinergi yang lebih kuat antara dunia akademik dan pemerintah daerah dapat menjadikan ilmu pengetahuan sebagai motor utama pembangunan nasional, sekaligus mempercepat penyelesaian persoalan lingkungan, tata kota, dan pelayanan publik secara lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *