Diikuti Ratusan Warga, Dinkes Banda Aceh Edukasi Pentingnya Screening HIV/AIDS dan Pencegahan

Plt Kadinkes Banda Aceh, Wahyudi, S.STP., M.Si saat membuka kegiatan 'Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Pentingnya Screening HIV/AIDS dan Pencegahan' di Hotel Al-Hanifi, Kamis (23/4/2026).

SinarPost.com, Banda Aceh – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banda Aceh terus mengedukasi masyarakan mengenai bahaya HIV/AIDS, salah satu penyakit menular paling berbahaya dan mematikan, yang notabene-nya terus mengalami peningkatan kasus saban tahun.

Kali ini edukasi dilakukan melalui kegiatan sosialisasi dengan tema ‘Upaya Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Pentingnya Screening HIV/AIDS Serta Gambaran Situasi Terkini Terkait Pencegahan’ yang berlangsung selama tiga hari, 23-25 ​​April 2026 23-25 ​​April 2026 di Hotel Al-Hanifi.

Read More

Ketua panitia pelaksana yang juga Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) drg. Supriady RMKes dalam laporannya menyampaikan, kegiatan tersebut diikuti 100 orang peserta yang berasal dari Kecamatan Baiturrahman dan Lueng Bata.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini (screening) HIV/AIDS serta upaya pencegahannya, sehingga diharapkan dapat menekan angka penularan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan,” ujar Supriady, Kamis (23/4/2026).

“Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mendapatkan materi dari narasumber yang merupakan pakar dan ahli di bidang penanggulangan HIV/AIDS, yang telah memberikan pemaparan secara komprehensif, interaktif, dan aplikatif sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” sambungnya, menjelaskan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Banda Aceh, Wahyudi, S.STP., M.Si dalam Berbagainya saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan, permasalahan HIV/AIDS hingga saat ini masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan, termasuk di Kota Banda Aceh. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, kasus HIV/AIDS di Kota Banda Aceh menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Secara kumulatif, kata Wahyudi, sejak tahun 2008 hingga tahun 2024 tercatat lebih dari 149 kasus HIV/AIDS di Kota Banda Aceh. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Data ini menunjukkan bahwa HIV/AIDS masih menjadi ancaman nyata, khususnya pada kelompok usia produktif.

“Oleh karena itu, upaya promotif dan preventif harus terus kita perkuat, terutama melalui peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya screening atau deteksi dini,” tegasnya.

“Skrining HIV bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan langkah bijak untuk mengetahui status kesehatan sejak dini. Dengan deteksi yang lebih awal, maka penanganan dapat dilakukan secara optimal, kualitas hidup dapat dipertahankan, serta risiko penularan dapat ditekan secara signifikan,” ungkapnya.

Namun demikian, Kadinkes Aceh mengakui bahwa masih ada tantangan terkait hal ini, yaitu berupa stigma dan diskriminasi di masyarakat, yang seringkali menjadi penghambat bagi seseorang untuk melakukan pemeriksaan.

Saya berharap melalui kegiatan ini, para kader dapat semakin meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan dalam memberikan edukasi yang benar, menyampaikan informasi yang tidak menimbulkan stigma, serta mampu menggerakkan masyarakat untuk berani melakukan skrining HIV secara sukarela,” pesannya.

Plt Kadinkes Aceh menekankan bahwa pencegahan HIV/AIDS membutuhkan keterlibatan semua pihak. Tidak cukup hanya tenaga kesehatan saja, namun juga memerlukan peran aktif masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tentunya para kader kesehatan.

“Pendidikan yang berkelanjutan, penerapan perilaku hidup sehat, serta kesadaran untuk melakukan pemeriksaan secara rutin adalah kunci utama dalam upaya pengendalian HIV/AIDS,” sebutnya.

“Saya juga ingin menegaskan bahwa kita harus bersama-sama menghapus stigma terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Mereka membutuhkan dukungan moral dan sosial agar dapat menjalani kehidupan secara produktif. Lingkungan yang inklusif dan tidak diskriminatif akan sangat membantu keberhasilan program penanggulangan HIV/AIDS,” tutupnya.

Diakhir Perayaannya, Plt Kepala Dinas Kesehatan Banda Aceh, Wahyudi, S.STP., M.Si juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Anggota DPRK Banda Aceh dari Fraksi Gerindra, Teuku Arief Khalifah, yang peduli terhadap masalah kesehatan masyarakat kota khusususnya terkait pencegahan HIV/AIDS melalui penganggaran di lembaga legislatif.

“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini, khususnya Anggota DPRK Teuku Arief Khalifah. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang nyata dan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kota Banda Aceh,” tutup Wahyudi. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *