SinarPost.com, Banda Aceh – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Banda Aceh menggelar Pelatihan Manajemen Organisasi Bagi Perempuan yang berlangsung di Hotel Al-Hanifi, Banda Aceh.
Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas bagi perempuan, dengan harapan kalangan perempuan dapat terlibat aktif dalam berbagai segmen pembangunan di Kota Banda Aceh.
Ketua panitia yang juga Kabid Kesetaraan Gender, Cut Yuni Marlita, SKM MM, dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini diikuti oleh 100 orang dari berbagai kalangan organisasi perempuan yang ada di Kota Banda Banda Aceh, dan akan berlangsung selama tiga hari, 16-18 April 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP3AP2KB Kota Banda Aceh, Tiara Sutari AR, S.STP M.M dalam sambutannya menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam pemerintahan dan pembangunan kota, namun keterlibatan perempuan saat ini dinilainya masih kurang, baik di eksekutif maupun legislatif.
Menurutnya, Banda Aceh yang saat ini dipimpin Illiza Saaduddin harusnya menjadi titik kebangkita perempuan. Tiara menekankan bahwa perempuan harus mengambil peran aktif dalam pembangunan Kota Banda Aceh, dan melalui pelatihan ini menjadi momentum kebnagkitan perempuan.
“Perempuan tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial, tetapi juga mampu mengambil peran strategis dalam pengelolaan organisasi dan pembangunan kota. Oleh karena itu, pelatihan ini sanga penting sebagai wadah untuk memperkuat keterampilan manajerial, kemampuan komunikasi, serta tata kelola organisasi yang efektif dikalangan perempuan,” ujar Tiara Sutari saat membuka Pelatihan Manajemen Organisasi Bagi Perempuan, Kamis (16/4/2026).
Melalui pelatihan ini, ia berharap perempuan dapat membuka diri dengan terlibat aktif dalam ruang-ruang kepemimpinan, baik di tingkat gampong, komunitas, organisasi masyarakat, maupun pemerintah. “Saya berharap keterlibatan perempuan dalam ruang publik dan pembangunan kota bisa lebih ditingkatkan,” harapnya.
Saat ini Indeks Pembangunan Gender (IPG) di Kota Banda Aceh mencapai 96,18 persen berdasarkan data BPS, namun demikian isu pengarusutamaan gender harus terus mendapat perhatian dari semua pihak, agar pembangunan di Kota Banda Aceh lebih baik lagi, adil dan bermartabat.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Teuku Arief Khalifah yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga menyampaikan hal yang sama. Politisi Partai Gerindra inj berharap Pelatihan Manajemen Organisasi Bagi Perempuan ini benar-benar bermanfaat dalam peningkatan kapasitas peperempuan
“Melalui pelatihan ini, saya berharap peserta bisa mendapatkan pengetahuan tentang kepemimpinan perempuan dan manajemen organisasi yang baik, sehingga dapat diterapkan baik secara kemampuan personal maupun organisasi,” harapnya. (*)





