SinarPost.com, Jakarta – Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil dan rombongan melakukan audiensi dengan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati yang akrab disapa Ayah Wa itu menyampaikan kondisi sejumlah pesantren dan sekolah keagamaan yang masih membutuhkan dukungan sarana pembelajaran.
Menurutnya, lembaga pendidikan keagaam di Aceh Utara masih banyak yang membutuhkan perhatian Kementerian Agama. Ayah pun mengharapkan kunjungan Menteri Agama ke daerah yang dipimpinnya.
Tak luput, Ayah Wa menyampaikan apresiasi kepada Menag Nasaruddin Umar atas bantuan dan perhatian yang diberikan Kementerian Agama untuk masyarakat Aceh Utara, khususnya pasca bencana banjir yang melanda Aceh akhir November 2025.
“Kami berterima kasih atas berbagai bantuan sarana dan prasarana keagamaan yang telah diberikan Kementerian Agama. Kami juga berharap Bapak Menteri dapat berkunjung ke Aceh Utara,” ujar Ayah Wa.
Ayah Wa juga mengungkapkan bahwa Pemkab Aceh Utara telah menyiapkan lahan sekitar 6 sampai 7 hektare untuk pengembangan fasilitas pendidikan keagamaan, termasuk rencana pengembangan pesantren yang dapat memperkuat pendidikan Islam di kawasan Samudra Pasai.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Agama menyatakan kesediaannya untuk mengunjungi Aceh Utara. Menag juga menyampaikan bahwa Aceh merupakan daerah yang memiliki kekuatan besar dalam bidang pendidikan keagamaan karena banyaknya madrasah dan pesantren yang berkembang di wilayah tersebut.
“Insya Allah saya akan berkunjung ke Aceh Utara. Kementerian Agama memiliki komitmen untuk terus mendukung pengembangan pendidikan keagamaan di Aceh karena daerah ini memiliki tradisi keislaman yang kuat serta jumlah madrasah dan pesantren yang sangat besar,” kata Menag.
Terkait pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, Menag Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa pembangunan dan pengelolaan sekolah umum negeri menjadi kewenangan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sedangkan Kementerian Agama berfokus pada pendidikan keagamaan, diantaranya madrasah dan pesantren.
“Untuk pembangunan fisik satuan pendidikan keagamaan, pelaksanaannya dilakukan melalui Kementerian Pekerjaan Umum,” ujar Menag.
Menag menambahkan, Pemerintah Pusat saat ini telah mengalokasikan anggaran untuk sektor pendidikan di Aceh.
“Untuk pendidikan di Aceh, anggaran yang dialokasikan saat ini mencapai sekitar Rp399 miliar melalui Kementerian Agama dan ditambah dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum sekitar Rp400 miliar. Bantuan ini akan diberikan secara bertahap, termasuk untuk mendukung kebutuhan sarana pendidikan,” jelasnya.


