SinarPost.com, Bener Meriah – Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Aceh terus mempercepat penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi melalui rapat monitoring, koordinasi, dan konsolidasi yang digelar di Aula Pendopo Bupati Bener Meriah, Kamis (25/6/2026).
Rapat tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah, Riswandika Putra, bersama Plt. Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial, Ekonomi, dan Sumber Daya Alam BNPB, Asep Supriatna, serta Tim Satgas PRR Aceh, Imran, mengikuti rapat yang membahas percepatan pemulihan pascabencana banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang yang melanda daerah tersebut sejak November 2025 hingga awal 2026.
Dalam pemaparannya dijelaskan, Kabupaten Bener Meriah saat ini masih berada dalam status Transisi Darurat Menuju Pemulihan untuk mempercepat pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi di berbagai sektor.
Pada sektor perumahan, pemerintah telah mendata sebanyak 1.411 unit rumah terdampak berdasarkan data by name by address. Sementara itu, pembangunan 914 unit Hunian Sementara (Huntara) telah rampung 100 persen dan mampu menampung 914 kepala keluarga.
Pemerintah melalui Dinas Sosial juga telah menyalurkan bantuan stimulan Huntara senilai Rp2,742 miliar kepada seluruh penerima. Selain itu, bantuan stimulan ekonomi sebesar Rp4,57 miliar juga telah disalurkan kepada 914 kepala keluarga, masing-masing menerima bantuan sebesar Rp5 juta.
Pada sektor sosial, bantuan Jaminan Hidup (Jadup) telah diberikan kepada 5.147 jiwa dengan total nilai mencapai Rp2,316 miliar. Sementara santunan Jaminan Kematian telah disalurkan kepada ahli waris 33 korban meninggal dunia dengan total nilai Rp495 juta.
Untuk pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Tahap I, pemerintah merencanakan pembangunan 807 unit yang saat ini masih memasuki tahap survei lokasi. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala ketersediaan lahan untuk pembangunan secara terpusat.
Adapun pada Huntap Tahap II, pemerintah telah melakukan uji publik terhadap 810 calon penerima bantuan, dengan hasil 520 unit dinyatakan memenuhi syarat.
Di sektor infrastruktur, pemerintah telah melakukan penanganan darurat terhadap 32 ruas jalan dan 15 jembatan yang terdampak bencana. Kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi jalan serta jembatan diperkirakan mencapai triliunan rupiah, mencakup infrastruktur nasional, provinsi, maupun kabupaten.
Pada sektor sumber daya air, normalisasi telah dilakukan di Sungai Wih Gile dan Sungai Weh Lampahan. Penanganan darurat juga dilakukan pada jaringan irigasi Blang Rongka untuk mendukung pemulihan aktivitas pertanian masyarakat.
Sementara itu, sektor pendidikan, pertanian, perkebunan, perikanan, dan perdagangan juga menjadi fokus pemulihan. Kerusakan lahan sawah tercatat mencapai 77,88 hektare, lahan perkebunan terdampak 3.942,11 hektare, serta tambak dan kolam terdampak seluas 49,61 hektare.
Pada sektor perdagangan, Pasar Rakyat Simpang Tiga mengalami kerusakan berat sehingga direkomendasikan untuk direlokasi. Sementara Pasar Buntul dan Pasar Lampahan memerlukan rehabilitasi agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali pulih.
Plt. Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial, Ekonomi, dan Sumber Daya Alam BNPB, Asep Supriatna, menegaskan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat pemulihan pascabencana.
“Seluruh pihak diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dan kolaborasi agar program rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan tepat waktu, tepat sasaran, serta akuntabel demi percepatan pemulihan masyarakat terdampak,” ujarnya.
Melalui rapat tersebut, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah bersama BNPB, Pemerintah Aceh, dan seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmen untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal serta pembangunan daerah berjalan optimal.





