SinarPost.com, Bener Meriah – Pemerintah memastikan bahwa pembangunan jembatan permanen Wih Kanis di Kampung Mangku Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah, Aceh, akan dimulai sebelum lebaran dan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026.
Jembatan yang merupakan akses vital warga Kecamatan Bandar, Syiah Utama dan Mesidah ini sebelumnya roboh dan hanyut sekitar 100 meter akibat banjir bandang pada akhir November 2025 lalu. Pembangunan jembatan darurat di lokasi tersebut baru rampung pada 13 Januari 2026.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama BNPB Pusat dan Dinas PUPKP Bener Meriah telah melakukan survei ke lokasi Jembatan Wih Kanis, Minggu 1 Maret 2026.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bener Meriah, Ilham Abdi, S.STP, MAP menyampaikan, berdasarkan hasil koordinasi bersama dengan perwakilan BNPB dan PUPR setempat serta PPK Kementerian PU, jembatan yang menjadi akses vital bagi belasan desa tersebut dipastikan akan dibangun sebelum lebaran ini menggunakan APBN dan dijadwalkan rampung pada khir tahun 2026.
Ilham menambahkan, Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pasca Bencana Wilayah Sumatera bersama Menteri Pekerjaan Umum selaku Koordinator Bidang Infrastruktur Satgas PRR telah mengeluarkan Surat Perintah Kerja (SPK) untuk menyelesaikan Jembatan Weh Kanis Atas. SPK bertujuan untuk segera membangun jembatan permanen di lokasi tersebut.
“Sebelum pembangunan jembatan permanen dimulai, akan dibangun jembatan darurat untuk digunakan masyarakat selama proses konstruksi berlangsung. Pembangunan jembatan permanen ditargetkan selesai paling cepat dalam waktu enam bulan sejak pekerjaan dimulai dan tidak melewati Desember 2026,” ujar Ilham dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).
Pembangunan jembatan darurat akan dimulai sebelum Hari Raya Idulfitri dengan memanfaatkan 2–3 unit kontainer sehingga dapat dilalui kendaraan roda empat. Selain itu, akan dilakukan pelebaran serta pengurangan kemiringan pada jalan darurat yang ada saat ini.
Selama proses pembangunan jembatan darurat, jembatan yang saat ini digunakan tetap dipertahankan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu. Seluruh pembangunan, baik jembatan darurat maupun jembatan permanen, akan menggunakan dana dari DIPA Kementerian Pekerjaan Umum.
Dengan adanya penanganan langsung dari Kementerian Pekerjaan Umum, maka pembangunan jembatan darurat oleh BNPB sebagaimana Arah sebelumnya tidak lagi diperlukan.
“Pemerintah Kabupaten Bener Meriah mengapresiasi langkah cepat pemerintah pusat dalam menangani infrastruktur penting ini dan memastikan koordinasi lintas sektor masyarakat terus dilakukan agar proses pembangunan berjalan lancar, tepat waktu, dan mengutamakan keselamatan,” pungkanya.





