SinarPost.com – Amerika Serikat (AS) melaporkan kehilangan tiga jet tempur F-15 di Kuwait pada Senin pagi (2/6/2026) saat menangkis serangan balasan Iran yang menyasar pangkalan militer AS di negara itu.
Iran awalnya mengklaim sistem pertahanan udara menembak mereka jatuh jet tempur AS tersebut saat hendak melakukan serangan lanjutan ke Teheran, namun Kementerian Pertahanan Kuwait dan Pusat Komando Militer AS untuk Timur Tengah, ENTCOM, dengan cepat mengeluarkan pernyataan yang membantah jet-jet itu menembak jatuh pasukan Iran.
Kementerian Awalnya Pertahan Kuwait beberapa menyatakan jet tempur Amerika telah ditembak jatuh di langit Kuwait, yang mungkin kesalahan teridentifikasi.
Kemudian CENTCOM muncul memberikan pernyataan resmi yag menyebutkan bahwa pertahanan udara Kuwait menembak jatuh tiga jet tempur F-15E yang disebutnya “ insiden menembak salah sasaran”.
“Selama pertempuran aktif – yang mencakup serangan dari pesawat Iran, rudal balistik, dan drone – jet tempur Angkatan AS secara keliru ditembak jatuh oleh pertahanan udara Kuwait,” tulis CENTCOM dalam siaran pers pada hari Senin.
“Keenam awak pesawat berhasil melontarkan diri dengan selamat, telah dievakuasi dengan aman, dan dalam kondisi stabil. Kuwait telah mengakui kejadian ini,” sambung CENTCOM
Jika benar demikian, maka ini dapat disimpulkan sebagai senjata makan tuan, karena AS tidak hanya memiliki pangkalan militer besar di Kuwait, namun Kuwait juga merupakan sekutu terdekat yang sistem pertahanan udaranya dibeli langsung dari Washington.
Kuawait merupakan salah satu Negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan udara utama AS yang digunakan Washington untuk meluncurkan pesawat tempur sejak awal serangan gabungan besar-besaran AS-Israel terhadap Iran yang dilakukan pada Sabtu (28/2/2026) pagi.
Serangan besar-besaran tersebut telah menampilkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, Menteri Pertahanan bersama sejumlah petinggi militer, serta ratusan warga sipil Iran.
Tak menunggu lama, Iran langsung melancarkan serangan balasan dengan rudal dan drone secara bertubi-tubi ke Israel dan pangkalan-pangkalan militer AS di Kuwait, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, Arab Saudi, hingga Yordania.
Video-video jatuhnya jet-jet tempu AS tersebut telah beredar luas di media sosial. Insiden di Kuwait menyebabkan salah satu pukulan besar terhadap AS akibat agresinya ke Iran, karena bukan hanya jet tempur yang jatuh tapi empat tentara AS juga tewas dan belasan rudal kritis lainnya dihantam Iran.
Iran mengklaim, sekitar 200 tentara AS tewas dalam serangan rudal balasan ke pangkalang-pangkalan militer AS di Timur Tengah. Namun Pusat Komando AS di Timur Tengah, CENTCOM dalam pernyataan resmi hanya menyebutkan setidaknya empat tentara yang meninggal sejauh ini dalam konflik dengan Iran, dan sejumlah lainnya masih hidup dalam kondisi kritis.





