Serangan Terhadap Sekolah Dasar Iran yang Menewaskan Ratusan Siswi Dilakukan dari Pangkalan AS di UEA

Pemerintah Iran menggali kuburan untuk para korban syahid di sekolah dasar Shajare Tayebe, beberapa hari lalu..

SinarPost.com – Perang antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel telah memasuki hari kedelapan pada Sabutu, 7 Maret 2026. Namun perang belum terlihat adanya tanda-tanda akan segera berakhir.

AS-Israel meluncurkan serangan besar-besaran ke Iran yang melanggar hukum internasional sejak Sabtu, 28 Februari lalu. Hingga hari ini, agresi terhadap negara Persia tersebut masih berlanjut.

Read More

Iran telah merespon serangan tersebut dengan meluncurkan ratusan rudal dan drone setiap hari yang memporak-porandakan kota-kota di Israel dan menghancurkan semua pangkalan militer AS di negara-negara Timur Tengah seperti di Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Irak, Arab Saudi hingga Yordania.

Salah satu serangan gabungan AS-Israel yang menjadi perhatian dunia adalah serangan terhadap Sekolah Dasar Putri Shajareh Tayyebeh di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan.

Sekolah tersebut dihantap rudal yang ditembakkan dari udara pada hari pertama serangan gabungan AS-Israel ke Iran, menewaskan 165 pelajar.

AS dan Israel saling tumpang tindih perihal serangan ke Sekolah Dasar Putri Shajareh Tayyebeh tersebut, apakah diluncurkan dari jet tempur AS atau Israel. Meski Militer AS mengaku tengah melakukan penyelidikan namun sampai hari ini belum ada keterangan lebih lanjut perihal siapa yang bertanggung jawab.

Namun pada Jumat, 6 Maret kemarin, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengungkap pelaku sebenarnya ke Sekolah Dasar di Kota Minab itu. 

IRGC menyebut serangan serangan terhadap sekolah di bagian selatan Iran tersebut dilakukan dari pangkalan udara Al-Dhafra milik AS yang terletak di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Angkatan bersenjata Iran terus menyerang pangkalan udara AS di Uni Emirat Arab sebagai tindakan balasan, bersamaan serangan balasan ke pangkalan di Qatar, Bahrain, dan Kuwait.

“Sasarannya adalah pangkalan udara Al-Dhafra (di UEA) milik teroris Amerika di wilayah tersebut. Serangan kriminal terhadap sekolah Shajare Tayebe, yang menyebabkan kematian 165 siswi, dilakukan dari pangkalan ini,” kata IRGC dalam sebuah pernyataan pada Jumat kemarin, seperti dikutip oleh kantor berita Fars.

IRGC mengatakan bahwa militer Iran telah berhasil menyerang pangkalan udara Al-Dhafra milik AS di UEA.

Sekedar informasi, Pangkalan Udara Al Dhafra milik AS di Uni Emirat Arab (UEA) adalah instalasi militer strategis yang menjadi markas bagi Sayap Ekspedisi Udara ke-380 Angkatan Udara AS (380 AEW) sejak 2002.

Pangkalan ini krusial untuk operasi intelijen, pengawasan, pengisian bahan bakar udara, dan misi tempur di Timur Tengah, termasuk saat melancarkan serangan hari pertama ke Iran.

Di pangkalan ini, AS mengoperasikan berbagai jenis pesawat militer canggih, pesawat canggih seperti seperti F-15C/E, F-22A, KC-10A, E-3 AWACS, U-2S, Drone RQ-4 Global Hawk, hingga F-35.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *