Redelong – Menanggapi isu panic buying yang sempat memicu keresahan masyarakat di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada Rabu (4/3/2026) mengenai kekosongan stok Bahan Bakar Minyak (BBM), pihak Pertamina memberikan klarifikasi tegas.
Pertamina menegaskan bahwa berita mengenai kekosongan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun Bahan Bakar Khusus (BBK) dinyatakan sebagai kabar bohong atau hoaks.
Kepastian ini diperoleh setelah pejabat Kominfo Bener Meriah menghubungi perwakilan Pertamina setempat melalui sambungan telepon pada Kamis (5/3) untuk memastikan isu yang berdear di masyarakat
Disampaikan Kominfo Bener meriah, beberapa poin penting klarifikasi Pertamina yaitu:
Pertama, Pertamina menegaskan bahwa hingga saat ini, proses penyaluran BBM dan BBK ke wilayah Bener Meriah tetap berjalan normal tanpa kendala.
Kedua, Pertamina membantah isu mengenai kekosongan minyak di SPBU adalah tidak benar alias Hoaks.
Ketiga, Pihak Pertamina setempat menyatakan belum ada instruksi atau informasi tambahan mengenai perubahan regulasi penyaluran dari pihak PPN (Pertamina Patra Niaga).
“Untuk berita kekosongan minyak itu hoaks. Sampai saat ini kami masih menyalurkan BBM/BBK,” ujar perwakilan Pertamina Bener Meriah, Cucun, kepada tim publikasi Diskominfo Bneer Meriah.
Hal tersebut sejalan dengan pernyataan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, aat menghadiri rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2026) yang menyebut stok BBM nasional masih aman dan cukup hingga 20 hari kedepan.
Bahlil juga menyampaikan bahwa meski saat ini pengiriman minyak sulit dicapai dari Timur Tengah akiban perang antara Iran melawan Amerika Serikat-Israel, namun pemerintah akan mencari dari sumber lain termasuk mengimpor dari Amerika Serikat untuk memenuhi kebutuhan nasional.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak jelas sumbernya.
Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying) yang justru dapat memicu antrean panjang yang tidak perlu di lapangan.
“Informasi resmi terkait ketersediaan energi akan selalu disampaikan melalui kanal-kanal komunikasi pemerintah dan pihak berwenang,” demikian imbauan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui Diskominfo.





