Laporan Ungkap Ratusan Tentara AS Terluka dalam 10 Hari Pertama Perang dengan Iran

SinarPost.com – Jumlah tentara Amerika Serikat (AS) yang tewas dan terluka dalam invasinya ke Republik Islam Iran, ternyata menyentuh angka ratusan. Jauh dari angka yang diungkap secara resmi ke publik oleh Pemerintah AS.

Menurut dua sumber yang mengetahui masalah tersebut dan dikutip oleh Reuters, hingga 150 tentara AS terluka selama 10 hari pertama perang di Iran. Angka ini sebelumnya belum pernah diungkapkan kepada publik.

Read More

Sebelum laporan ini, Pentagon hanya mengkonfirmasi 6 tentara AS yang tewas dan 8 lainnya mengalami luka-luka. Namun setelah laporan itu diterbitkan, Pentagon mengatakan sekitar 140 anggota militer AS telah terluka sejak awal perang, dan mengklaim bahwa sebagian besar cedera tersebut ringan.

Pusat Komando Militer AS di Timur Tengah, CENTCOM juga mengkonfirmasi pekan lalu bahwa enam tentara AS telah tewas akibat serangan Iran. “Hingga pukul 4 sore ET, 2 Maret, enam anggota militer AS telah gugur dalam pertempuran,” demikian bunyi pernyataan yang dirilis oleh CENTCOM.

“Pasukan AS baru-baru ini menemukan jenazah dua anggota militer yang sebelumnya hilang dari sebuah fasilitas yang terkena serangan awal Iran di wilayah tersebut,” kata komando itu pada hari Senin. ABC News , mengutip sumber, mengatakan bahwa keenam personel tersebut bertugas di Kuwait dan meninggal dalam satu insiden.

Pekan lalu, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menolak pernyataan para pejabat AS tentang potensi serangan darat ke Iran, dan memperingatkan bahwa “putra-putra pemberani Imam Ruhollah Khomeini dan Imam Ali Khamenei sedang menunggu kalian.”

Dalam pernyataan terpisah yang ditujukan kepada Trump, ia juga mengatakan bahwa lebih dari 500 tentara AS telah tewas dalam lima hari pertama perang, dan menambahkan bahwa AS sangat menyensor jumlah korban jiwa di kalangan pasukan.

Di sisi lain Trump menyampaikan bahwa ia akan melakukan invasi darat ke Iran untuk menggantikan rezim Teheran, perlucutan rudal balistik, hingga mengamankan uranium yang diperkaya mendekati level bom nuklir.

Namun saat ditanya wartawan baru-baru ini, Trump menanggapi secara plin plan alias bertolak dengan pernyataan sebelumnya. Kepada wartawan Trump mengatakan belum memikirkan tentang pengerahan pasukan ke Iran.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *