Kapal Selam Amerika Serang Kapal Perang Iran di Dekat Sri Langka, 87 Tewas

Rekaman kapal selam AS saat menembakkan torpedo yang menghantam kapal perang fregat Iran di perairan Sri Lanka. (Foto: AFP)

SinarPost.com – Sebuah kapal perang fregat Iran, IRIS Dena, tenggelam diserang kapal selam Amerika Serikat (AS) di Samudera Hindia, dekat perairan Sri Langka. Kapal perang Iran ini diserang saat sedang dalam perjalanan pulang dari India usai berpartisipasi dalam ajang 2026 International Fleet Review bulan lalu di kota pesisir Vishakapatnam, India timur.

Menurut pihak berwenang Sri Langka, kapal fregat IRIS Dena yang terletak 75 km dari Galle di selatan negara itu, mengirimkan panggilan darurat antara pukul 6 dan 7 pagi pada Rabu (4/3/2026).

Read More

Kapal tersebut membawa sekitar 180 awak angkatan laut Iran saat dihantam torpedo kapal selam Amerika Serikat. Seperti diketahui, saat ini Amerika dan Iran terlibat perang terbuka sejak pasukan gabungan Amerika-Israel menginvasi Iran secara besar-besaran pada Sabtu (28/2/2026) lalu.

Angkatan Laut Sri Lanka mengatakan 87 jenazah pelaut Iran ditemukan dan 32 pelaut diselamatkan dalam insiden tersebut.

Melansir dari Al-Jazeera, para pelaut Iran yang selamat kini dirawat di rumah sakit di kota pelabuhan Galle, Sri Lanka, dan sedang menjalani pemulihan.

Pihak berwenang di Rumah Sakit Nasional di Galle dan sumber-sumber angkatan laut mengatakan 87 jenazah dibawa oleh tim penyelamat militer yang menanggapi panggilan darurat dini hari dari IRIS Dena.

Operasi pencarian dan penyelamatan terhadap sekitar 60 orang yang berada di dalam kapal dan masih hilang akan dilanjutkan pada hari Kamis, kata pihak berwenang tersebut.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, mengatakan serangan terhadap kapal perang Iran itu adalah “serangan pertama terhadap musuh sejak Perang Dunia II” yang dilakukan melalui kapal selam.

“Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional. Sebaliknya, kapal itu ditenggelamkan oleh torpedo,” kata Hegseth dalam konferensi pers, Rabu (4/3/2026).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *