Iran Akan Melawan AS dan Israel Hingga Prajurit Terakhir

SinarPost.com – Pemerintah Iran tampaknya konsisten dengan pernyataan yang dilontarkan sejak lama behwa Teheran tidak akan tunduk pada Amerika Serikat (AS) dan Israel, meski negaranya digempur secara militer oleh AS dan koalisinya.

Pernyataan tersebut hari ini dibuktikan. Meski diinvasi secara besar-besaran dari udara dan laut oleh AS-Israel, Iran masih berdiri tegak dan, dengan memberikan perlawan sengit dengan melancarakan serangan balasan yang menghancurkan kota-kota Israel dan pangkalan-pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah.

Read More

Pemerintah Iran kembali menegaskan bahwa negaranya akan melawan invasi gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel hingga peluru dan prajurit terakhir, karena tidak ada pilihan lain. Bagi Iran mati adalah pilihan terbaik ketimbang harus menyerah dihadapan musuh dan hidup di bawah ketiak mereka.

Penegasan ini disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh pada Jumat, 6 Maret 2026. “Prioritas Iran adalah memberikan perlawanan maksimal kepada agresor,” Khatibzadeh.

“Kita sedang diserang, diinvasi oleh Amerika dan Israel, dan mereka berusaha untuk menimbulkan kerusakan maksimal pada Iran. Saat ini, warga negara saya sedang mengalami pemboman besar-besaran yang terus-menerus dilakukan oleh Amerika dan Israel. Teheran terus-menerus diserang, dan kita tidak punya pilihan selain melawan sampai peluru terakhir yang kita miliki dan sampai prajurit terakhir yang kita miliki,” kata Khatibzadeh kepada kantor berita ANI.

Diplomat Iran tersebut menggambarkan konflik itu sebagai perjuangan yang diperlukan melawan kekejaman eksternal. Wakil menteri itu juga menekankan krisis dalam hukum internasional saat ini.

“Ini adalah pertempuran yang sangat heroik bagi kita, dan kita harus menghentikan agresor dan kekejaman mereka di Iran… Sekarang hukum internasional sedang diserang, begitu pula Iran. Sayangnya, prinsip-prinsip hukum internasional telah diserang, dan kita harus bersatu melawan kekejaman ini,” kata Khatibzadeh.

“Tindakan AS mengancam norma-norma diplomatik global, tambahnya.

“Amerika telah membunuh kepala negara lain. Jika ini menjadi norma baru, maka tidak ada seorang pun, tidak ada negara di dunia yang dapat memiliki hubungan diplomatik normal dengan negara lain,” kata Khatibzadeh.

Seperti diketahui, pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Serangan terhadap Iran terjadi di tengah pembicaraan damai yang dimediasi Oman antara Washington dan Teheran mengenai masalah nuklir Iran di Jenewa.

Iran membalas serangan gabungan Amerika dan Israel dengan melancarkan serangan rudan dan dron secara besar-besaran terhadap wilayah Israel, serta terhadap pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *