Prabowo Salurkan Sapi Meugang Rp50 Juta untuk Desa Terdampak Banjir dan Longsor Aceh

Foto: Ilustrasi.

SinarPost.com, Banda Aceh – Presiden Prabowo Subianto mengabulkan permintaan Gubernur Aceh Muzakir Manaf terkait penyaluran sapi meugang bagi masyarakat terdampak bencana. Pemerintah pusat akan menyalurkan bantuan sapi untuk warga di 1.455 desa yang terdampak bencana di Aceh.

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah alias Dek Fadh menyampaikan, pemerintah pusat akan mengirimkan dana ke kabupaten/kota terdampak bencana untuk dibelikan sapi yang kemudian dibagikan kepada masyarakat. Setiap desa akan menerima anggaran sebesar Rp 50 juta.

“Kalau tidak salah saya per sapi Rp 50 juta dengan jumlah desa yang ditetapkan. Harga sapi di daerah kita tidak sampai Rp 50 juta mungkin mereka (desa) bisa beli 2 sapi,” kata Dek Fadh kepada wartawan di Kantor Gubernur Aceh, Senin (9/2/2026).

Dek Fadh menjelaskan, anggaran tersebut langsung disalurkan ke pemerintah kabupaten/kota tanpa melalui Pemerintah Aceh. Berdasarkan data terakhir, jumlah desa terdampak bencana di Aceh mencapai 3.003 desa yang tersebar di 203 kecamatan.

Namun, desa yang ditetapkan sebagai penerima bantuan sapi meugang berjumlah 1.455 desa. Desa-desa yang masuk kategori terdampak bencana itulah yang mendapatkan jatah daging meugang.

“Sekarang anggaran sudah tersedia dari pak presiden,” jelas Dek Fadh.

Sebelumnya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menyarankan pemerintah pusat untuk mengimpor sapi agar masyarakat Aceh tetap bisa menyantap daging saat tradisi meugang. Usulan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana DPR bersama kementerian/lembaga dan kepala daerah di Banda Aceh, Selasa (30/12/2025).

“Ini saya alamatkan ke Pak Purbaya sama Pak Mendagri. Sebentar lagi kita menjelang Ramadhan, jadi Aceh kalau tidak makan daging rasanya Ramadhan enggak sah,” kata Mualem.

Mualem mengungkapkan, harga daging di Aceh selama ini tergolong paling mahal di Indonesia. Pada pelaksanaan meugang sebelumnya, harga daging sapi atau kerbau mencapai Rp 200 ribu per kilogram.

Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu memperkirakan harga daging saat meugang mendatang bisa menembus Rp 300 ribu per kilogram. Kondisi tersebut dipicu oleh banyaknya ternak yang mati akibat bencana.

“Jadi kepada pak Mendagri dan pak Purbaya mohon dagingnya pak atau sapi utuh untuk kita apakah jual atau kita kasih kepada masyarakat yang terdampak supaya (mereka) dapat menikmati dagingnya,” jelas Mualem.

“Saya rasa boleh impor pak dimana-mana, di Australia atau pun di India yang murah. Ini saya sarankan pak, karena banyak ternak yang jadi korban. Di tempat saya di kampung saya ada agen sapi sampai 300 ekor musnah sapinya dampak banjir,” lanjut Ketua Umum Partai Aceh itu.

Sekedar diketahui, meugang atau makmeugang adalah tradisi masyarakat Aceh menyembelih, memasak, dan menyantap daging sapi atau kerbau bersama keluarga, kerabat, dan yatim piatu untuk menyambut bulan suci Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *