AS Kerahkan Jet Tempur F-35 Tembak Jatuh Drone Iran

Foto: Ilustrasi.

SinarPost.com – Di tengah upaya diplomasi yang tengah dibangun antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mencegah terjadinya perang besar-besar, sebuah insiden yang menegangkan terjadi melibatkan angkatan bersenjata dari kedua negara.

Militer AS dilaporkan menembak jatuh sebuah drone Iran pada Selasa (3/2/2025) yang menurut Washinton drone tersebut mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln secara agresif, demikian laporan Reuters, yang mengutip pejabat AS.

Read More

Sementara pernyataan militer AS yang dikutip Reuters, drone yang ditembak jatuh tersebut adalah Shahed-139 Iran saat terbang menuju kapal induk yang berada sekitar 500 mil dari perairan Iran. AS mengerahkan jet tempur F-35C dari Abraham Lincoln untuk menembak jatuh drone Iran itu.

“Sebuah jet tempur F-35C dari Abraham Lincoln menembak jatuh drone Iran untuk membela diri dan melindungi kapal induk dan personel di dalamnya,” kata juru bicara Komando Pusat militer AS, Kapten Angkatan Laut Tim Hawkins, kepada Reuters. Tidak ada warga Amerika yang terluka dalam insiden tersebut, tambahnya.

Insiden yang melibatkan angkatan bersenjata kedua negara musuh bebuyutan ini terjadi saat pejabat AS dan Iran tengah mengupayakan jalur diplomatik untuk mengatur pembicaraan nuklir baru Teheran.

Menurut reporter Axios, Barak Ravid, negosiasi antara tim AS dan Iran direncanakan pada hari Jumat ini di Istanbul, Turki, tetapi Teheran dilaporkan telah menuntut perubahan tempat dan format.

“Iran ingin membatasi pembicaraan pada isu-isu nuklir dan tidak membahas hal-hal seperti rudal dan kelompok proksi yang menjadi prioritas bagi negara-negara lain di kawasan itu,” klaimnya.

Surat kabar Kuwait, Al-Jarida, melaporkan awal pekan ini bahwa intervensi Moskow dan Ankara telah mengurangi kemungkinan serangan AS terhadap Iran dan memungkinkan diskusi. Rusia telah berulang kali mengatakan bahwa mereka percaya masalah nuklir Iran harus diselesaikan melalui cara politik dan diplomatik.

Donald Trump saat periode pertama memimpin AS telah menarik diri dari perjanjian nuklir Iran 2015, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action/JCPOA), pada tahun 2018.

Trump kemudian memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran, yang mendorong Teheran untuk secara bertahap mengurangi kepatuhan dan memperkaya uranium hingga kemurnian 60 persen yang mendekati level pembuatan bom nuklir.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *