DPW Gekrafs Aceh Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Langkahan dan Sawang Aceh Utara

SinatPost.com, Aceh Utara – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Aceh menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir di Kecamatan Langkahan dan Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.

‎Bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana alam ini disalurkan dalam berbagai item yang sangat dibutuhkan oleh para korban, mulai dari tenda, air bersih, hingga makanan pokok dan kebutuhan bayi.

Read More

Bantuan tersebut disalurkan langsung oleh pengurus DPW Gekrafs Aceh bersama relawan ke sejumlah gampong yang terdampak cukup parah akibat meluapnya sungai setelah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

‎Untuk diketahui, Kecamatan Langkahan dan Sawang termasuk diantara dua kecamatan dalam Kabupaten Aceh Utara dengan dampak yang cukup parah diterjang banjir pada akhir November 2025 lalu.

Ketua DPW Gekrafs Aceh, Sunnyl Ikbal, mengatakan bantuan kemanusiaan yang disalurkan di Kecamatan Langkahan meliputi Desa Geudumbak dan Rumoh Rayeuk. Slain di Langkahan, bantuan juga diserahkan di Kecamatan Sawang.

“Bantuan yang kita serahkan berupa kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, mie instan, biskuit, air mineral, sajadah, kain sarung, pakaian layak pakai serta perlengkapan kebutuhan sehari-hari lainnya. Juga membangun sumur bor untuk kebutuhan air bersih masyarakat di Langkahan,” ujar Sunnyl Ikbal, Senin, 29 Desember 2025.

‎Putra Gubernur Aceh Muzakir Manaf itu menyampaikan, kegiatan kemanusiaan ini merupakan wujud nyata solidaritas dan kepedulian insan ekonomi kreatif Aceh terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.

‎Menurutnya, kehadiran Gekrafs di tengah masyarakat diharapkan dapat meringankan beban korban banjir, meskipun bantuan yang diberikan masih terbatas.

‎“Gekrafs hadir sebagai bentuk empati dan kepedulian kepada saudara-saudara kita di Langkahan dan Sawang yang terdampak banjir. Semoga bantuan ini dapat sedikit membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat,” ujarnya.

‎Ia juga menambahkan bahwa Gekrafs Aceh tidak hanya berfokus pada pengembangan sektor ekonomi kreatif, tetapi juga memiliki komitmen sosial untuk hadir dalam situasi darurat dan bencana. Kegiatan kemanusiaan ini, kata dia, akan terus digalakkan sebagai bagian dari peran organisasi dalam mendukung masyarakat.

‎Selain menyalurkan bantuan, rombongan DPW Gekrafs Aceh juga meninjau langsung kondisi warga dan lingkungan sekitar untuk melihat dampak banjir yang terjadi. Mereka menghibur dan berbaur langsung dengan masyarakat terdampak sebagai bentuk trauma healing kepada korban sehingga dapat menjalani kehidupannya sebagaimana sebelum bencana terjadi.

‎Seperti diketahui, bencana banjir dan longsor menerjang Aceh pada akhir November 2025 lalu. Bencana ini nyaris melumpuhkan seluruh kabupaten/kota di Aceh, dengan titik terparah berada di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan sebagian Kabupaten Bireuen, Pidie Jaya, dan Aceh Tenggara.

‎Bencana merenggut ratusan korban jiwa, merobohkan ribuan rumah, serta merusak sejumlah jembatan dan jalan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *