Pemerintah Aceh Buka Pintu Donasi Seluasnya untuk Pemulihan Dampak Bencana Banjir dan Longsor

Banda Aceh – Pemerintah Aceh melalui Baitul Mal Aceh secara resmi membuka pintu donasi seluas-luasnya bagi seluruh pihak dan stakeholder untuk membantu pemulihan korban bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Aceh. Dalam upaya memperluas jangkauan bantuan, Kepala Baitul Mal Aceh, M. Yunus atau yang akrab disapa Abon Yunus, menggandeng langsung influencer asal Turki, Tugba Kiara.

Pernyataan ini disampaikan Abon Yunus ketika mendampingi Sekda Aceh, M. Nasir pada penyerahan bantuan dari Rumah Zakat senilai Rp 3 Miliar, Senin, 15 Desember 2025.

Pertemuan ini menjadi langkah strategis Baitul Mal untuk menyuarakan kondisi Aceh pascabencana hidrometeorologi.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dari Turki. Kami harap Tugba dapat turut mengajak influencer internasional lainnya, khususnya Turki untuk melihat dan membantu pemulihan Aceh,” ujar M. Yunus.

Abon Yunus menekankan pentingnya penguatan mental dan spiritual bagi masyarakat yang terdampak. Ia memberikan pesan keimanan sebagai penenang bagi para penyintas.

“Prinsip La takhaf wa la tahzan, innaallah ma′ana (Janganlah takut dan janganlah bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita) harus menjadi pegangan bagi kita semua,” tegas Abon Yunus.

Sementara itu, influencer Turki, Tugba Kiara menceritakan pengalaman emosionalnya saat pertama kali mengunjungi korban banjir, khususnya di Aceh Tamiang. Tugba mengaku sangat sedih melihat kondisi warga yang terdampak.
Namun, ada satu pengakuan yang benar-benar membuatnya tersentuh dan memberikan motivasi kuat untuk membantu.

“Ketika saya menanyakan apa keluhan pertama yang mereka rasakan, anak-anak korban bencana justru mengaku butuh Alquran,” ungkap Tugba.

Menurut Tugba, pengakuan polos dari anak-anak ini menunjukkan kebutuhan spiritual yang tinggi di tengah musibah. Hal ini menjadi motivasi kuat bagi Rumah Zakat, sebagai mitra Tugba, untuk tidak hanya fokus pada kebutuhan fisik berupa makanan dan sandang, tetapi juga kebutuhan spiritual dan mental para penyintas.

“Kalau saya lihat mereka, khususnya anak-anak sangat ceria sekali. Padahal mereka baru saja ditimpa musibah, tapi mereka masih sangat bersemangat dan ceria. Inilah yang bikin saya sedih dan senang bersama mereka,” pungkas Tugba, mengakhiri kunjungannya dengan kesan mendalam terhadap ketangguhan masyarakat Aceh. []

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *