Indatu D’Coco, Mengolah Kelapa Muda Jadi Minuman Kemasan yang Praktis

Rahmad Kudri (52) pemilik usaha Indatu D’Coco memperlihatkan produk kelapa muda yang sudah diolah menjadi minuman dalam kemasan.

SinarPost.com – Di era modern saat ini, pelaku usaha terus berinovasi dalam mecari cuan. Ekonomi kreatif memang dituntut dengan semangat kreatifitas agar produk usaha yang dijalankan tidak hanya menarik pasar tapi juga menjanjikan secara finansial.

Indatu D’Coco adalah usaha inovatif yang menghadirkan produk minuman olahan kelapa muda dalam kemasan dan praktis.  Rahmad Kudri (52), seorang warga inspiratif dari Desa Panteriek, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, jeli melihat peluang pasar dan berani menghadapi tantangan.

Rahmat berhasil mengubah kelapa muda tradisional menjadi produk modern yang digemari banyak orang karena sudah tersedia dalam bentuk praktis.

Kelapa muda yang biasanya hanya dinikmati secara tradisional, kini diolah oleh Indatu D’Coco menjadi minuman kemasan sehat dan praktis, sempurna untuk gaya hidup masa kini.

Kelapa muda pilihan dari berbagai penjuru Aceh diolah dengan sentuhan profesional sehingga menghasilkan minuman berkelas yang tetap terjaga kesegarannya. Minuman ini sangat cocok bagi siapa saja yang ingin menikmati kesegaran alami kelapa muda kapan saja dan di mana saja.

Indatu D’Coco bangga sepenuhnya menggunakan bahan baku lokal, mendukung petani kelapa muda Aceh. Dengan kapasitas produksi harian mencapai hingga 150 kemasan, Indatu D’Coco menawarkan dua varian produk unggulan kelapa original dan kelapa jelly.

Pandemi Covid-19 sempat memberikan tantangan berat bagi usaha ini. Namun, semangat pantang menyerah Rahmat Kudri dan tim Indatu D’Coco membawa mereka bangkit kembali.

Dengan dukungan PT Pembangunan Aceh melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Indatu D’Coco kini bersiap untuk memperluas pasar dan memperkenalkan kesegaran kelapa muda Aceh kepada konsumen yang lebih luas.

Indatu D’Coco adalah simbol semangat inovasi dan ketekunan pelaku usaha lokal asal Panteriek, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh yang berhasil menciptakan peluang baru dari bahan baku asli Aceh yang dapat ditemukan dengan mudah di berbagai pelosok desa. (Adv)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *