SinarPost.com, Banda Aceh – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh, H. Sudirman menyampaikan apresiasi atas kebijakan Bank Aceh Syariah Cabang Kota Langsa yang memberikan restrukturisasi pinjaman kepada nasabah yang terdampak banjir di wilayah tersebut.
Apresiasi tersebut disampaikan menyusul banyaknya laporan masyarakat yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban pembayaran angsuran setelah bencana banjir melanda sejumlah kawasan di Kota Langsa beberapa waktu lalu. Kondisi ini berdampak langsung terhadap kemampuan ekonomi warga, terutama bagi mereka yang menggantungkan penghasilan dari usaha kecil dan menengah.
Senator yang akrab disapa Haji Uma itu mengaku banyak menerima berbagai keluhan masyarakat terkait kesulitan membayar angsuran pinjaman setelah aktivitas ekonomi mereka terganggu akibat banjir. Menindaklanjuti laporan tersebut, ia bersama tim kemudian mendatangi Bank Aceh Syariah Cabang Kota Langsa untuk melakukan evaluasi sekaligus memastikan adanya langkah konkret dalam membantu masyarakat yang terdampak.
“Kami sudah datang langsung beberapa waktu lalu ke Bank Aceh Cabang Langsa untuk melakukan pengawasan dan evaluasi. Pasca banjir banyak laporan masyarakat yang kewalahan dalam melunasi angsuran pinjaman mereka,” ujar H. Sudirman, Rabu (11/3/2026).
Perlu dicatat, restrukturisasi pinjaman (kredit) adalah upaya dari pihak bank atau lembaga keuangan buat membantu debitur (peminjam) yang kesulitan bayar utang dengan skema pemberian keringanan.
Restrukturisasi dilakukan dengan cara mengubah syarat kredit, seperti memperpanjang jangka waktu pembayaran dengan penundaan bayar beberapa bulan, menurunkan bunga, menyesuaikan besaran cicilan, dan lain sebagainya.
Tujuan dilakukan restrukturisasi agar nasabah tetap bisa melunasi utangnya, tapi dengan skema yang lebih ringan dan sesuai kemampuan. Jadi, restrukturisasi bukan ‘menghapus utang’, melainkan hanya menyesuaikan agar debitur tetap realistis untuk melunasi utangnyar.
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 19 Tahun 2022, lembaga perbankan memang diimbau memberikan perlakuan khusus kepada nasabah yang terdampak bencana alam. Kebijakan tersebut dapat dilakukan melalui berbagai skema, salah satunya restrukturisasi pembiayaan guna meringankan beban masyarakat.
Menurut H. Sudirman, langkah yang diambil Bank Aceh Syariah Cabang Kota Langsa dengan memberikan restrukturisasi pinjaman selama tiga bulan kepada nasabah terdampak banjir merupakan kebijakan yang tepat dan responsif terhadap kondisi masyarakat.
“Kita mengapresiasi langkah Bank Aceh Syariah Langsa yang telah memberikan restrukturisasi selama tiga bulan kepada nasabah terdampak banjir. Kebijakan ini sangat membantu masyarakat dan menjawab kebutuhan mereka di tengah kondisi sulit,” katanya.
Ia juga menyoroti bahwa dampak banjir tidak hanya dirasakan pada sektor permukiman, tetapi juga sangat mempengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat. Banyak pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) yang usahanya terganggu karena tempat usaha mereka terdampak banjir.
“Langsa merupakan daerah yang cukup bergantung pada sektor jasa. Ketika banjir terjadi, banyak pelaku UMKM yang terdampak. Walaupun tidak semua rumah warga rusak, tetapi banyak tempat usaha yang terdampak sehingga aktivitas ekonomi masyarakat ikut terganggu,” jelasnya.
Sementara itu, Pimpinan Bank Aceh Syariah Cabang Kota Langsa, TM Andika Putra, mengatakan pihaknya telah memberikan relaksasi kepada nasabah terdampak banjir, baik pada sektor pembiayaan produktif maupun konsumtif.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk kepedulian Bank Aceh terhadap kondisi masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana. “Alhamdulillah Bank Aceh telah memberikan relaksasi kepada nasabah terdampak banjir, baik pada pembiayaan produktif maupun konsumtif. Ini merupakan bentuk kepedulian kami untuk membantu masyarakat agar dapat melewati masa sulit akibat bencana,” ujarnya.
Ia berharap kebijakan restrukturisasi tersebut dapat memberikan ruang bagi nasabah untuk menata kembali kondisi keuangan mereka, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat pulih dan berjalan normal seperti sebelumnya.





